Sederetan angka pada judul di atas bukan mengenai belajar berhitung lho
atau semacam teknik metode berhitung lainnya, akan tetapi angka tersebut mempunyai arti Dua Puluh TIga Oktober Dua Ribu Delapan. Angka tersebut mempunyai makna khusus dalam hidup kami, karena pada tanggal tersebut Azka genap berusia 3 tahun 10 bulan dan 20 hari. Hal yang sangat istimewa lagi adalah pada tanggal tersebut anak kami memulai hari pertama masuk ke TK kecil di taman bermain si Komo.
Sebenarnya sekitar setahun yang lalu Azka sudah kami masukkan ke playgroup, akan tetapi karena tidak suka, dengan ditandai setiap mau masuk selalu rewel dan merasa tertekan, akhirnya setelah dua minggu kami putuskan untuk keluar. Meskipun sebagian uang pangkal telah kami bayar :). Kemaren itu ceritanya memang sengaja kami tidak menunggu tahun ajaran baru, karena Azka kelihatnnya sudah mulai senang bermain. Terkadang dia kelihatan bosan karena sehari-hari hanya bermain dengan orang tuannya. Bermain-main dengan anak tetangga juga, akan tetapi kelihatannya porsinya kurang. Maka kami putuskan untuk mencarikan kegiatan untuknya.
Awalnya tidak ada rencana memasukkan ke TK, akan tetapi rencananya mau kita ikutkan kegiatan belajar melukis atau belajar musik. Ketika kita ajak ke si Komo, dan setelah melihat situasi tempat belajar mengajarnya, kami tanyakan ke dia, apakah mau sekolah di sini? dia menjawab mau. Setelah ditimbang-timbang dan konsultasi dengan dengan kakak-kakak pengajar, maka kami putuskan untuk mendaftarkan Azka ke TK kecil. Hal ini kami lakukan dengan menimbang beberapa hal, pertama si anak kelihatannya suka dan kedua biaya relatif tidak terlalu mahal.
Berbeda jauh dengan playgroup sebelumnya, kali ini setiap mau masuk sekolah anak kami kelihatan senang sekali. Bahkan ketika dia sakit dan ibuknya memutuskan untuk tidak masuk sekolah, terkadang dia minta sendiri pada ibuknya untuk diantarkan ke “tempat bermain” sebutan yang selama ini kami gunakan untuk mengganti kata sekolah.
Hari-harinya sekarng kelihatan lebih ceria, berangkat sekolah jam 10 dan pulang jam 13. Habis sekolah dia tidak mau tidur, menunggu teman-temannya se komplek untuk bermain-main. Terkadang kalau malam menjelang tidur dia bilang capek, kami pijitin, dan tidur lelap untuk bermimpi indah. Keesokan paginya dengan keceriaanya dia sambut mentari, untuk menyongsong kebahagiaan, kebahagiaan dia, kebahagiaan orang tuanya. Semoga engkau menjadi anak yang saleh anak-ku, menjadi rahmatan lil ‘alamin, memberikan ketenangan pada umat dan mendapatkan kemulyaan dunia dan akherat. Amin….




Powered by