Belajar Menulis Di Dinding
Belajar menulis di dinding, bukan cicak-cicak didinding yang sekarang ini sedang senang-senangnya dilakukan sama si Azka. Sebetulnya sudah sejak lama kebiasaan ini dilakukannya, tapi tidak sesering dan sebanyak baru-baru ini. Kemaren dia menggunakan crayon sebagai alat untuk menghiasi dinding, atau terkadang pensil atau ballpoint. Yah mau gimana lagi, saya biarin aja, kalau pas ketahuan pada saat dia mencorat-coret ya kami nasihati dengan halus tanpa menyalahkan dia, tapi kalau yang sudah ya sudah gak usah dibahas, kan itu juga merupakan kreatifitas anak.
Kemaren waktu pas belanja di salah satu toko, saya ambilkan dia spidol untuk white board warna merah. Sengaja saya pilih warna merah, karena dia paling suka warna merah, “terinspirasi” oleh pemadam sam, Fireman Sam, salah satu kartun kesukaannya, atau si Finley Fire Engine. Sampai-sampai kalau sudah besar katanya ingin jadi pemadam kebakaran.
Awalnya dia menggunakan spidolnya untuk menulis di white board. Kemudian mulai dinding sekitar white board. Terkadang di kaos bapaknya atau ibunya
dan lama-lama… lho kok banyak dinding yang dihiasi coretan warna merah ha ha :). Wah tambah pinter anakku.
1 Comment »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL
Powered by
sebaiknya disediakan 1 ruang khusus saja untuk kreativitasnya, dengan demikian akan lebih leluasa berkarya…
terimakasih..
Comment by rera — October 9, 2009 @ 4:06 am