<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Metoda Baru yang Heboh</title>
	<atom:link href="http://belajarmembaca.com/metoda-baru-yang-heboh/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://belajarmembaca.com/metoda-baru-yang-heboh</link>
	<description>Menjadikan belajar membaca dan menulis sesuatu yang mengasikan bagi anak kita dengan berbagai alat bantu dan peraga bersama Azka</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Dec 2011 12:04:51 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: ahmd fata barlian</title>
		<link>http://belajarmembaca.com/metoda-baru-yang-heboh#comment-205</link>
		<dc:creator>ahmd fata barlian</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 13:13:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://belajarmembaca.com/?p=130#comment-205</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum
Putra kami yang pertama (kembar cowok)saat ini baru menginjak usia 5 tahun (TK nol kecil), tapi alhamdulillah sudah bisa membaca dengan baik (arab dan latin) sebelumnya kami juga tidak tahu atau belum kenal dengan berbagai istilah metode pembelajaran, saya sendiri kerja serabutan jarang bisa dirumah. Tetapi kami punya komitmen kalau pagi dan sore tugas ibu untuk mengajar membaca huruf latin dan berhitung dan kalo sore usai jama&#039;ah maghrib gantian saya yang mengajar ngaji dan menggambar.
Setiap menjelang tidur hanya ada dua menu penghatar tidur, yaitu cerida rakyat atau saya mengaji surat-surat pendek, alhamdulillah saat ini mereka sudah hafal hampir separuh juzama. Yang lebih kami bersyukur adalah adiknya yang baru menginjak usia 3 tahun memiliki kemampuan yang tidak jauh berbeda, setelah kami amati(maaf sok ilmiyah) ternyata setiap kakaknya melakukan kegiatan si adik juga tidak mau ketinggalan, jadi kalau ikut kakaknya ke TK dia juga ikut-ikutan menyanyi dan menirukan anak membaca (cerita ibunya). saya tidak pernah menjanjikan hadiah makanan atau mainan pada mereka bila mereka usai belajar, hanya cerita dan gambar-gambar (jelek) sebagai penghargaannya yang saya berikan. Semisal usai belajar mengajai, mereka saya buatkan gambar pemandangan alam, selanjutnya mereka yang mewarnai atau sebaliknya mereka yang menggambar dan saya yang mewarnai.
Kami sadar dengan segala keterbatasan fasilitas dan biaya yang kami miliki, maka apapun kami jadikan media belajar sambil bermain, di dapur-ruang makan ruang keluarga (maaf masih jadi satu)dan diruang tidur kami selalu bermain, bercerita, menggambar dan membaca. Terkadang saya pulang dengan se-gebok pamflet promo-promo yang saya dapat di jalanan (leles alias luru) sebagai media belajar membaca anak-anak, karena ternyata mereka suka dengan tulisan-tulisan yang berwarna-warni dan bergambar, dan biasanya ibunya yang menyimpan dengan rapi.
intinya kami mengajak untuk menyayangi mereka dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga seperti saat kita bekerja untuk mendapatkan uang, kami sendiri sadar tidak ada jaminan kami akan hidup mapan secara materi, tetapi kami akan terus berusaha untuk menggapainya, minimal kami berharap ketiga putra kami akan dapat menjalani hidu yang lebih baik dari kedua orang tuanya.
Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum<br />
Putra kami yang pertama (kembar cowok)saat ini baru menginjak usia 5 tahun (TK nol kecil), tapi alhamdulillah sudah bisa membaca dengan baik (arab dan latin) sebelumnya kami juga tidak tahu atau belum kenal dengan berbagai istilah metode pembelajaran, saya sendiri kerja serabutan jarang bisa dirumah. Tetapi kami punya komitmen kalau pagi dan sore tugas ibu untuk mengajar membaca huruf latin dan berhitung dan kalo sore usai jama&#8217;ah maghrib gantian saya yang mengajar ngaji dan menggambar.<br />
Setiap menjelang tidur hanya ada dua menu penghatar tidur, yaitu cerida rakyat atau saya mengaji surat-surat pendek, alhamdulillah saat ini mereka sudah hafal hampir separuh juzama. Yang lebih kami bersyukur adalah adiknya yang baru menginjak usia 3 tahun memiliki kemampuan yang tidak jauh berbeda, setelah kami amati(maaf sok ilmiyah) ternyata setiap kakaknya melakukan kegiatan si adik juga tidak mau ketinggalan, jadi kalau ikut kakaknya ke TK dia juga ikut-ikutan menyanyi dan menirukan anak membaca (cerita ibunya). saya tidak pernah menjanjikan hadiah makanan atau mainan pada mereka bila mereka usai belajar, hanya cerita dan gambar-gambar (jelek) sebagai penghargaannya yang saya berikan. Semisal usai belajar mengajai, mereka saya buatkan gambar pemandangan alam, selanjutnya mereka yang mewarnai atau sebaliknya mereka yang menggambar dan saya yang mewarnai.<br />
Kami sadar dengan segala keterbatasan fasilitas dan biaya yang kami miliki, maka apapun kami jadikan media belajar sambil bermain, di dapur-ruang makan ruang keluarga (maaf masih jadi satu)dan diruang tidur kami selalu bermain, bercerita, menggambar dan membaca. Terkadang saya pulang dengan se-gebok pamflet promo-promo yang saya dapat di jalanan (leles alias luru) sebagai media belajar membaca anak-anak, karena ternyata mereka suka dengan tulisan-tulisan yang berwarna-warni dan bergambar, dan biasanya ibunya yang menyimpan dengan rapi.<br />
intinya kami mengajak untuk menyayangi mereka dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga seperti saat kita bekerja untuk mendapatkan uang, kami sendiri sadar tidak ada jaminan kami akan hidup mapan secara materi, tetapi kami akan terus berusaha untuk menggapainya, minimal kami berharap ketiga putra kami akan dapat menjalani hidu yang lebih baik dari kedua orang tuanya.<br />
Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

